Judul Artikel : Teachers’ Experiences in Teaching Independence to Children with Special Needs at School
Penulis: M. Fadlillah, Mujtahidin, Ratna Pangastuti, Dian Kristiana, Riandi Marisa
Penerbit : Educational Process: International Journal
Sitasi (APA Style)
Fadlillah, M., Mujtahidin, Pangastuti, R., Kristiana, D., & Marisa, R. (2025). Teachers’ Experiences in Teaching Independence to Children with Special Needs at School. Educational Process: International Journal, 18, e2025505. https://doi.org/10.22521/edupij.2025.18.505
Ulasan Singkat
Artikel ini menjelaskan bahwa pembelajaran kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi dilakukan melalui metode imitasi dan pembiasaan. Guru berperan penting dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan hidup sehari-hari melalui keteladanan, pengulangan aktivitas, serta pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing anak. Penelitian juga menegaskan bahwa proses pembelajaran membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan waktu yang tidak singkat agar siswa mampu berkembang secara optimal.
Selain itu, penelitian mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi guru, seperti kesulitan mengondisikan perilaku siswa, kurangnya dukungan orang tua, serta ketidaksinambungan pembiasaan antara rumah dan sekolah. Dalam konteks pendidikan sekolah dasar, temuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga untuk mendukung pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, pembiasaan positif, dan pengembangan kemampuan hidup peserta didik secara nyata.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran kemandirian bagi anak berkebutuhan khusus memerlukan peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan teladan dalam membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik. Dalam perspektif pembelajaran transformatif berbasis nilai Pancasila, pembiasaan dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi sarana penanaman nilai kemandirian, tanggung jawab, gotong royong, kepedulian, serta penghargaan terhadap keberagaman karakter siswa. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan hidup, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dalam pengembangan Profil Pelajar Pancasila.

